Oleh :
MUHAMMAD YUSRAN
Sekretaris Umum PC IMM Kota Makassar
Adalah
sudah menjadi sebuah sunnah ilahi, bahwa setiap mahluk terutama manusia selalu
ada yang disebut pemimpin dan yang dipimpin. Agar kemauan dan pendapat tidak
menjadi berserak-serak, mampu untuk
dihimpun dan diselesaikan dengan cara yang bijak. Kita bisa bayangkan jika
dalam satu kelompok, organisasi ataupun negara tidak memilki pemimpin maka akan
terjadi kebingungan, kekacauan serta keresahan dalam kelompok tersebut, karena
kita tidak tahu akan kemana arah yang ingin kita capai. Oleh karena itu pemimpin
sangat dibutuhkan untuk memperjelas tujuan yang ingin kita raih dalam
berkelompok, berorganisasi serta berbangsa dan bernegara.
Pemimpin
bagi setiap kelompok adalah merupakan jiwa dan nyawanya. Kalau pemimpin baik
jiwanya maka akan baiklah yang dipimpinnya. Sebaliknya kalau pemimpin rusak
jiwanya maka akan rusak pulalah yang dipimpinnya. Pemimpin itu merupakan
penegak. Yang jika kelompok itu tergelincir, dia akan membangunkan. Jika
kelompok itu tersesat, maka dia akan menunjukkan jalannya. Jika kelompok itu
terjatuh dia akan menolongnya. Bagi kelompok yang dipimpin, pemimpin juga
merupakan juru bicara dan pemikirnya. Dia adalah benteng dan tempat bernaung
disaat ada mala petaka. Lebih dari itu dia adalah menjadi tempat di mana orang
datang untuk bertanya dan mencari solusi dari masalah yang dihadapi. Atau
dengan kata lain pemimpin itu adalah teladan kita, contoh untuk diri kita.
Kondisi Pemimpin bangsa hari ini
Peran
pemimpin sangatlah vital dan strategis dalam setiap kelompok apa lagi dalam
konteks berbangsa dan bernegara. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,
pemimpin memilki andil yang sangat besar dalam mengawal serta mengamankan
setiap kebijakan-kebijakan strategis untuk kemajuan bangsa dan Negara. Oleh
karena itu dibutuhkan pemimpin yang memilki nilai keteladan dan nilai
integritas dalam menjalankan amanahnya. Tapi yang menjadi pertanyaan sekarang
apakah permimpin hari ini sudah mampu menjadi teladan dalam kehidupan
sehari-harinya? Apakah pemimpin hari ini sudah menjadi solusi bagi yang dipimpinya?
Apakah pemimpin hari ini sudah memilki nilai-nilai keteladan atau nilai-nilai
integritas dalam dirinya?
Kalau
kita berkaca pada realita hari ini maka itu sangat jauh dari apa yang kita
harapkan. Masih sangat kurang ditemukan pemimpin yang bisa dijadikan teladan
oleh masyrakat atau yang dipimpinnya. Kita bisa lihat di pemandangan
sehari-hari baik lewat media cetak, elektronik atau bahkan dengan mata kepala
kita sendiri, begitu banyak para pemimpin kita yang rela menkhianati amanah
yang telah dipercayakan kepadanya. Mereka seakan tidak peduli dengan nasib
masyarakat yang dipimpinnya, mereka hanya sibuk untuk bagaimana membahagiakan
dirinya sendiri dengan berbagai macam cara yang mereka tempuh. Padahal
masyarakat mereka sudah ada yang teriak kelaparan, tapi mereka masih asyik
tidur diatas ranjang yang empuk, ruangan yang ber-AC, mobil mewah serta
fasilitas-fasilitas lainnya.
Mereka
nanti meingat rakyat yang dipimpinnya pada saat mendekati momentum PILKADA.
Itupun hanya kamuflase yang mereka perlihatkan untuk meraih simpati masyarakat
agar memilihnya kembali. Dengan gampangnya mereka membodoh-bodohi masyarakat
dengan janji-janji palsu yang dibungkus dengan retorika yang sangat indah.
Tanpa memikirkan nasib rakyat yang dipimpinya yang semakin terjepit oleh
hempasan arus globalisasi.
Saya
kira kita harus sedikit merenungkan sebuah pepatah yunani kuno yang mengatakan
“ Proses pembusukan ikan mati berasal
dari kepala, lalu menjalar ke seluruh tubuhnya”. Pepatah ini meski
kedengaran kurang enak namun agaknya patut untuk kita renungkan. Falsafah kepala ikan busuk ini memberi makna
bahwa pemipin atau pimpinan mempunyai pengaruh yang besar bagi yang
dipimpinnya. Sehingga setiap penyalahgunaan kepemimpinan jelas akan besar
pengaruhnya terhadap masyarakat yang dipimpinnya. Menurut KH. Amir Ma’sum yang
merupakan salah satu tokoh ormas besar di Indonesia mengatakan bahwa pemimpin
adalah jiwa dari kelompok yang dipimpinnya. Berarti jika jiwa itu hidup, sehat
dan baik maka akan seperti itulahnya tubuhnya. Sebaliknya, jika sang jiwa itu
mati, sakit dan rusak tentu sang tubuh akan menderita hal yang sama. Begitulah
hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin dalam sebuah kelompok, organisasi
dan bangsa dan negara.
Kalau
kita melihat konteks bangsa kita hari ini yang kian carut marut dengan berbagai
masalah yang dihadapi, mungkin salah satu penyebabnya adalah para pemimpin kita
yang kurang beres dalam mengurus bangsa ini. Mereka belum bisa menjadi solusi
bagi masyarakat yang dipimpinya, mereka belum bisa menjadi teladan, sosok yang
mampu di contoh oleh masyrakatnya. Sehingga kita bisa rasakan gimana kondisi
bangsa yang kita cintai ini. Orang kaya semakin kaya dan orang miskin semakin
miskin. Tentu ini semua mestinya menjadi tanggungjawab pemimpin kita yang telah
kita percayakan untuk membawa hidup kita menjadi lebih baik.
Pemimpin yang ideal
Lalu
bagaimananakah sosok pemimpin yang kita idam-idamkan? Bagaimanakah sosok
pemimpin yang mampu memberikan teladan kepada kita? Tentu ini salah satu hal
yang sulit untuk kita jawab. Tapi saya ingin mencoba memparkan yang ideal untuk
bangsa ini. Pertama Seorang pemimpin harus memilki kedekatan yang lebih kepada
Tuhan dibandingkan yang dipimpinya. Pemimpin harus memilki kekuatan spiritual
yang kuat. Karena ketika pemimpin memiliki kekuatan itu maka dia akan mampu
mengontrol dirinya dalam berbuat hal-hal yang merugikan masyarakat. Seorang
pemimpin tidak akan terjebak dengan
kenikmatan dunia ketika ada kekuatan spiritual yang tertancap pada dirinya.
Kedua Seorang pemimpin harus komitmen pada tujuan yang ingin di capai. Seorang
pemimpin harus punya target yang jelas, sehingga dia mampu menyusun langkah
strategis dan sistematis dalam mencapai tujuan tersebut yang tentunya berpihak
pada kepentingan orang banyak. Ketiga Seorang pemimpin harus memilki sifat
Adil, Shiddiq, Tabligh, Amanah dan Fathanah. Karena Sifat inilah yang di miliki
oleh Nabi Muhammad SAW dalam memimpin ummat islam sehingga islam bisa jaya dan sampai
kepada kita semua. Dengan memilki sifat-sifat ini maka seorang pemimpin mampu
untuk menjadi teladan bahkan di kagumi oleh masyarakatnya.
Memang
apa yang saya ungkapkan sangatlah ideal, tapi inilah yang dirindukan oleh
masyarakat kita, Inilah yang mereka idam-idamkan. Mereka sangat meninginkan
pemimpinnya mampu menjadi teladan buat mereka, mereka ingin pemimpin mereka
menjadi pelindung dan penyelamat mereka disaat kesusahan. Saya kira ini
bukanlah hal yang mustahil, dari sekian ribu masyarakat Indonesia pasti ada
salah satu diantara mereka yang seperti itu atau minimal mendekati apa yang
saya sampaikan diatas. Karena Seorang Pemimpin bisa dikatakan Sukses ketika dia
sudah mampu menjadi teladan bagi yang dipimpinya. Dan inti sebuah kepemimpinan adalah Keteladanan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar